![]() |
| Ibu Veronika Sri Winarni SPd sedang memberikan renungan |
SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti kompleks SD Marsudirini Jl. Pemuda, Semarang pada pagi hari ini, Jumat, 8 Mei 2026. Ratusan siswa bersama guru dan karyawan berkumpul di halaman dengan satu tujuan mulia: memperkuat iman melalui Ibadat Jumat Pertama yang dirangkaikan dengan Doa Rosario bersama dalam rangka memperingati Bulan Maria.
Semangat "Jumat Pertama" sebagai bentuk devosi kepada Hati Kudus Yesus tetap menjadi inti dari pembuka kegiatan kerohanian ini. Awali Hari dengan Sabda Tuhan
Kegiatan dimulai tepat pukul 06.45 WIB dengan Ibadat Jumat Pertama. Dalam sesi ini, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajak untuk merenungkan kasih Tuhan melalui pembacaan Injil. Ibu V. Sri Winarni, S.Pd selaku kepala sekolah SD Marsudirini membacakan bacaan Injil dan renungan singkat.
Dalam renungan singkat yang disampaikan, ditekankan pentingnya memiliki hati yang saling mengasihi, selaras dengan semangat pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di SD Marsudirini. Anak-anak tampak mendengarkan dengan saksama, menciptakan suasana hening yang jarang dijumpai di tengah hiruk-pikuk sekolah biasanya.
Meneladani Bunda Maria melalui Rosario : Setelah ibadat pembuka selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Rosario bersama yang dipimpin oleh Bp Tomi Setiawan, S.Pd . Bulan Mei memang dikenal dalam tradisi Gereja Katolik sebagai Bulan Maria, waktu khusus untuk menghormati Bunda Yesus.
Momen-momen penting dalam kegiatan ini antara lain: Kesatuan Seluruh Civitas: Tidak hanya siswa, seluruh guru dan karyawan turut berlutut dan berdoa bersama, menunjukkan teladan iman yang nyata bagi anak didik.
Doa yang Khusyuk: Setiap butir rosario didaraskan dengan tertib. Suara anak-anak yang menyahut doa "Salam Maria" bergema di koridor sekolah, menciptakan atmosfer spiritual yang kental.
Intensi Doa: Selain doa untuk sekolah, anak-anak juga diajak mendoakan kedamaian dunia, kesehatan orang tua, serta kelancaran proses belajar mengajar.
Membentuk Karakter Sejak Dini
Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan rutin seperti ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bagian dari kurikulum spiritual untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman iman.
"Melihat anak-anak bisa berdoa dengan khusyuk di tengah gempuran teknologi dan gadget adalah sebuah kebahagiaan tersendisri. Kami ingin mereka tumbuh dengan menyertakan Tuhan dalam setiap langkahnya," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.
Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan lagu pujian kepada Bunda Maria. Senyum tenang terpancar dari wajah para siswa saat mereka kembali ke kelas masing-masing, membawa bekal spiritual untuk menjalani hari-hari ke depan.
Melalui kegiatan ini, SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai Kristiani dan pembentukan moral generasi muda di Kota Semarang.
.jpeg)


.jpeg)