SEMARANG –
Menjelang dimulainya tahun pelajaran 2026/2027, Yayasan Marsudirini Perwakilan
Poncol Semarang menggelar kegiatan rekoleksi rohani bagi seluruh elemen
pendidik dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung pada Selasa
(23/6/2026) kemarin ini bertempat di Aula Marsudirini, Jl. Pemuda, Semarang,
dan diikuti oleh 97 peserta yang terdiri dari jajaran Dosen, Guru, serta
Karyawan.
Para peserta merupakan
representasi dari berbagai instansi pendidikan di bawah naungan Yayasan
Marsudirini Poncol, meliputi TK Kanak-Kanak Yesus, SD Marsudirini Pemuda, SMP
Maria Goretti, dan Akademi Sekretari dan Manajemen (ASM) Santa Maria. Rekoleksi
ini menghadirkan Romo Abdi dari Ambarawa sebagai pembimbing utama spiritual.
Mengisi Kembali
"Daya" Rohani Pendidik
Kegiatan yang dimulai tepat
pukul 08.30 WIB ini mengusung atmosfer yang reflektif namun penuh semangat
kebersamaan. Dalam pemaparannya, Romo Abdi memberikan analogi yang sangat
relevan dengan kehidupan modern untuk menggambarkan esensi dari rekoleksi ini.
Seorang pendidik itu ibarat
sebuah ponsel pintar (HP). Setiap hari ia digunakan untuk melayani, membagikan
ilmu, dan membimbing para siswa. Namun, secanggih apa pun ponsel tersebut, ia
pasti akan kehabisan baterai. Oleh karena itu, pendidik membutuhkan 'listrik'
spiritual untuk dicas kembali agar dayanya pulih.
Romo Abdi menekankan
pentingnya menjaga keseimbangan antara performa profesional dan kesehatan
rohani. Pengisian daya spiritual ini dinilai krusial agar para dosen, guru, dan
karyawan memiliki kesiapan mental serta kelimpahan kasih dalam menyambut hakikat
pelayanan pada tahun pelajaran yang baru.
Sinergi dan Sambutan Positif
Peserta
Kegiatan ini mendapat respons
yang sangat positif dari seluruh peserta. Setelah melewati rutinitas mengajar
yang padat pada semester sebelumnya, momen rekoleksi ini dinilai menjadi oase
yang menyegarkan. Para guru dan dosen diajak untuk melihat kembali panggilan
hidup mereka bukan sekadar sebagai profesi, melainkan sebagai bentuk pelayanan
kasih kepada anak-anak didik.
Perbedaan jenjang
institusi—mulai dari pendidikan anak usia dini (TK) hingga perguruan tinggi
(ASM)—tidak menjadi sekat, melainkan memperkaya perspektif bersama dalam
memajukan mutu pendidikan Katolik di Semarang khususnya Yayasan Marsudirini.
Puncak Acara: Perayaan Misa
Kudus
Rangkaian kegiatan rekoleksi
yang berlangsung sersan (serius tapi santai) ini resmi berakhir pada pukul
13.30 WIB. Puncak dari seluruh rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Misa
Kudus yang dipimpin langsung oleh Romo Abdi.
Dalam khotbah penutupnya, Romo
Abdi kembali meneguhkan seluruh peserta agar berani melangkah dengan semangat
baru. Dengan "baterai" rohani yang telah terisi penuh, keluarga besar
Yayasan Marsudirini Perwakilan Poncol Semarang kini siap mendampingi dan
mengukir prestasi bersama para siswa di tahun pelajaran 2026/2027. (P3-Humas)



.jpeg)
.jpeg)

