> DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) UNTUK TAHUN PELAJARAN 2026-2027 , INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP SEKOLAH 08112921157 >>> INFORMASI KEJUARAAN: FRANSISCO JORDY YANG TELAH MENDAPAT JUARA 3 CABANG MATEMATIKA TINGKAT SD/MI/SEDERAJAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL TINGKAT NASIONAL >>>ALONDRA KELAS V MERAIH JUARA 2 MENYANYI DALAM LOMBA FLS3N TINGKAT KECAMATAN SEMARANG TENGAH >>>> MICHELLE KELAS 5 MERAIH JUARA 1 LOMBA GAMBAR BERCERITA FLS3N TINGKAT KECAMATAN SEMARANG TENGAH, DAN MAJU TINGKAT >>> KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DIMULAI 13 JANUARI 2026 >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "

Jumat, 08 Mei 2026

Gema Doa di Bulan Maria: SD Marsudirini Pemuda Gelar Ibadat Jumat Pertama dan Rosario Bersama


Ibu Veronika Sri Winarni SPd sedang memberikan renungan

SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti kompleks SD Marsudirini Jl. Pemuda, Semarang pada pagi hari ini, Jumat, 8 Mei 2026. Ratusan siswa bersama guru dan karyawan berkumpul di halaman dengan satu tujuan mulia: memperkuat iman melalui Ibadat Jumat Pertama yang dirangkaikan dengan Doa Rosario bersama dalam rangka memperingati Bulan Maria.

Semangat "Jumat Pertama" sebagai bentuk devosi kepada Hati Kudus Yesus tetap menjadi inti dari pembuka kegiatan kerohanian ini. Awali Hari dengan Sabda Tuhan

Kegiatan dimulai tepat pukul 06.45 WIB dengan Ibadat Jumat Pertama. Dalam sesi ini, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajak untuk merenungkan kasih Tuhan melalui pembacaan Injil. Ibu V. Sri Winarni, S.Pd selaku kepala sekolah SD Marsudirini membacakan bacaan Injil dan renungan singkat.

Dalam renungan singkat yang disampaikan, ditekankan pentingnya memiliki hati yang saling mengasihi, selaras dengan semangat pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di SD Marsudirini. Anak-anak tampak mendengarkan dengan saksama, menciptakan suasana hening yang jarang dijumpai di tengah hiruk-pikuk sekolah biasanya.

Meneladani Bunda Maria melalui Rosario : Setelah ibadat pembuka selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Rosario bersama yang dipimpin oleh Bp Tomi Setiawan, S.Pd . Bulan Mei memang dikenal dalam tradisi Gereja Katolik sebagai Bulan Maria, waktu khusus untuk menghormati Bunda Yesus.

Momen-momen penting dalam kegiatan ini antara lain: Kesatuan Seluruh Civitas: Tidak hanya siswa, seluruh guru dan karyawan turut berlutut dan berdoa bersama, menunjukkan teladan iman yang nyata bagi anak didik.

Doa yang Khusyuk: Setiap butir rosario didaraskan dengan tertib. Suara anak-anak yang menyahut doa "Salam Maria" bergema di koridor sekolah, menciptakan atmosfer spiritual yang kental.

Intensi Doa: Selain doa untuk sekolah, anak-anak juga diajak mendoakan kedamaian dunia, kesehatan orang tua, serta kelancaran proses belajar mengajar.

Membentuk Karakter Sejak Dini

Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan rutin seperti ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bagian dari kurikulum spiritual untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman iman.


"Melihat anak-anak bisa berdoa dengan khusyuk di tengah gempuran teknologi dan gadget adalah sebuah kebahagiaan tersendisri. Kami ingin mereka tumbuh dengan menyertakan Tuhan dalam setiap langkahnya," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan lagu pujian kepada Bunda Maria. Senyum tenang terpancar dari wajah para siswa saat mereka kembali ke kelas masing-masing, membawa bekal spiritual untuk menjalani hari-hari ke depan.

Melalui kegiatan ini, SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai Kristiani dan pembentukan moral generasi muda di Kota Semarang.

Jumat, 17 April 2026

Keceriaan dan Belajar Bersama Alam: SD Marsudirini Pemuda Gelar Outing Class di Kampung Surga Bandungan

 

SEMARANG – Suasana pagi yang sejuk dan penuh semangat menyelimuti rombongan keluarga besar SD Marsudirini Pemuda pada hari Jumat, 17 April 2026. Tawa riang dan antusiasme terlihat jelas dari wajah para siswa yang bersiap mengikuti kegiatan outing class yang sangat dinanti-nantikan. Kali ini, destinasi yang dituju adalah sebuah kawasan asri yang edukatif, yakni Kampung Surga, Bandungan.

Kegiatan belajar di luar kelas ini bukan sekadar jalan-jalan biasa, melainkan sebuah program edukasi alam yang dirancang untuk melatih kemandirian, kerja sama, dan kepedulian siswa terhadap lingkungan. Dengan menghirup udara segar pegunungan Bandungan, para siswa diajak untuk belajar langsung dari alam yang tidak selalu bisa didapatkan di dalam ruang kelas.

Diikuti oleh Rombongan Penuh Semangat

Kegiatan outing class ini diikuti oleh total 49 siswa yang tampak sangat bersemangat sejak berangkat dari sekolah. Keamanan dan kelancaran acara ini juga sangat terjamin dengan hadirnya para pendamping yang luar biasa. Rombongan didampingi langsung oleh Suster, 2 orang guru pembimbing yang setia mengarahkan siswa, serta dibantu oleh 4 orang tua murid yang turut berpartisipasi memastikan anak-anak belajar dan bermain dengan aman.

Kehadiran Suster, para guru, dan perwakilan orang tua murid menciptakan kolaborasi yang hangat antara pihak sekolah dan keluarga. Hal ini membuat suasana outing class terasa seperti liburan keluarga besar yang sarat akan makna dan pembelajaran.

Beragam Aktivitas Seru di Kampung Surga

Sesampainya di Kampung Surga Bandungan, rombongan langsung disambut oleh pemandangan alam yang hijau dan udara yang sangat sejuk. Sesuai dengan namanya, tempat ini menawarkan ‘surga’ kecil bagi anak-anak untuk mengeksplorasi alam.

Berbagai kegiatan seru telah dipersiapkan. Mulai dari ice breaking untuk mencairkan suasana, permainan kekompakan kelompok ( team building ), hingga kegiatan menjelajah alam sekitar. Anak-anak diajak untuk mengenali berbagai jenis tanaman, bermain permainan tradisional, dan belajar bekerja sama menyelesaikan tantangan yang diberikan oleh fasilitator. Tidak ada gawai di tangan mereka; yang ada hanyalah interaksi langsung dengan teman, guru, dan alam.

Sukses Berkat Kolaborasi dengan Three D Tour

Kesuksesan dan kelancaran acara outing class yang penuh kenangan ini tentu tidak lepas dari persiapan yang matang. Perjalanan dari Semarang menuju Bandungan, hingga seluruh rangkaian acara di lokasi dapat berjalan dengan sangat baik berkat kerja sama sekolah dengan Three D Tour.

Sebagai mitra perjalanan dan penyelenggara kegiatan, Three D Tour memberikan pelayanan yang maksimal. Mulai dari transportasi yang nyaman bagi anak-anak, penyusunan jadwal yang rapi, hingga pemanduan selama berada di Kampung Surga Bandungan. Profesionalisme tim Three D Tour membuat para guru dan orang tua pendamping bisa lebih fokus mengawasi dan mendampingi proses belajar anak-anak tanpa perlu khawatir memikirkan hal-hal teknis di lapangan.

Membawa Pulang Pengalaman Berharga

Kegiatan diakhiri pada sore hari dengan wajah-wajah yang lelah namun memancarkan kebahagiaan. Melalui kegiatan outing class ini, SD Marsudirini Pemuda berharap ke-49 siswa yang berpartisipasi dapat membawa pulang tidak hanya cerita seru, tetapi juga nilai-nilai karakter
(Cetta, Aretha, Laura)

Rabu, 04 Februari 2026

Menabur Kasih dalam Keterbatasan: Kunjungan Kasih SD Marsudirini ke Panti Asuhan Cacat Ganda Bhakti Asih

 


SEMARANG – Pada hari Rabu, 4 Februari 2026, suasana hangat dan penuh kekeluargaan menyelimuti koridor Panti Asuhan Cacat Ganda (PACG) Bhakti Asih, Kota Semarang. Keluarga besar SD Marsudirini melakukan kunjungan sosial yang melibatkan para Suster, Kepala Sekolah, guru pendamping, serta perwakilan siswa-siswi.

Kunjungan ini bukan sekadar agenda tahunan, melainkan sebuah perjalanan spiritual dan edukasi karakter untuk mendekatkan anak-anak pada realitas kehidupan yang beragam, sekaligus membagikan kebahagiaan kepada saudara-saudara kita yang berkebutuhan khusus.

Misi Utama: Lebih dari Sekadar Berbagi

Tujuan utama dari kegiatan ini dirancang secara mendalam oleh pihak sekolah untuk menyentuh aspek kognitif dan afektif siswa, di antaranya:

  1. Penanaman Nilai Empati dan Kebersyukuran: Mengajak siswa untuk melihat langsung perjuangan hidup teman-teman di panti asuhan, sehingga muncul rasa syukur atas segala anugerah yang mereka miliki.
  2. Implementasi Pendidikan Karakter: Mewujudkan nilai-nilai dasar Marsudirini, yaitu kasih sayang tanpa pamrih kepada sesama, terutama mereka yang paling membutuhkan dan sering terlupakan.
  3. Membangun Inklusivitas Sejak Dini: Mengedukasi siswa bahwa keterbatasan fisik dan mental bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan. Setiap manusia memiliki martabat yang sama di mata Tuhan.
  4. Dukungan Moril dan Material: Memberikan bantuan nyata berupa donasi dan kebutuhan pokok, serta dukungan semangat melalui kehadiran fisik dan interaksi langsung.

Momen Penuh Haru di Bhakti Asih

Rombongan tiba di lokasi disambut hangat oleh pengurus panti dan para penghuni. Para suster dan Kepala Sekolah mengawali kegiatan dengan doa bersama, memohon kesehatan dan kekuatan bagi para penghuni panti serta para perawat yang dengan sabar mendedikasikan hidup mereka di sana.

Momen paling menyentuh terlihat ketika siswa-siswi SD Marsudirini mulai berinteraksi. Meski awalnya tampak ragu, anak-anak segera mencair ketika melihat keceriaan penghuni panti saat diajak berkomunikasi.

Dukungan Penuh dari Sekolah

Ibu Veronika Sri Winarni, S.Pd selaku Kepala Sekolah SD Marsudirini menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari kurikulum kehidupan. Beliau berharap pengalaman ini akan membekas di hati para siswa hingga mereka dewasa nanti, menjadikan mereka pribadi yang peka terhadap isu sosial di sekitar mereka.

Kunjungan diakhiri dengan penyerahan simbolis bantuan hasil donasi dari seluruh orang tua murid dan warga sekolah. Hal ini menunjukkan sinergi yang luar biasa antara sekolah, orang tua, dan masyarakat dalam mendukung aksi kemanusiaan.

Kunjungan ke PACG Bhakti Asih ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa di balik setiap keterbatasan, ada jiwa-jiwa hebat yang mengajarkan tentang arti ketabahan. SD Marsudirini berkomitmen untuk terus mencetak generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki "Hati yang Melayani."

Salam Marsudirini! Deus Providebit.