> DIBUKA PENDAFTARAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) UNTUK TAHUN PELAJARAN 2026-2027 , INFO LEBIH LANJUT HUBUNGI WHATSAPP SEKOLAH 08112921157 >>> INFORMASI KEJUARAAN: FRANSISCO JORDY YANG TELAH MENDAPAT JUARA 3 CABANG MATEMATIKA TINGKAT SD/MI/SEDERAJAT OLIMPIADE SAINS NASIONAL TINGKAT NASIONAL >>>ALONDRA KELAS V MERAIH JUARA 2 MENYANYI DALAM LOMBA FLS3N TINGKAT KECAMATAN SEMARANG TENGAH >>>> MICHELLE KELAS 5 MERAIH JUARA 1 LOMBA GAMBAR BERCERITA FLS3N TINGKAT KECAMATAN SEMARANG TENGAH, DAN MAJU TINGKAT >>> KEGIATAN EKSTRAKURIKULER DIMULAI 13 JANUARI 2026 >>> FOLLOW, LIKE DAN COMMENT AKUN MEDIA SOSIAL SD MARSUDIRINI >>> INSTAGRAM @SDMARSUDIRINIPEMUDA >>> TIKTOK @SDMARSUDIRINI "

Rabu, 24 Juni 2026

Sambut Tahun Ajaran Baru, 97 Pendidik Yayasan Marsudirini Poncol Semarang Ikuti Rekoleksi Bersama Romo Abdi

SEMARANG – Menjelang dimulainya tahun pelajaran 2026/2027, Yayasan Marsudirini Perwakilan Poncol Semarang menggelar kegiatan rekoleksi rohani bagi seluruh elemen pendidik dan tenaga kependidikan. Acara yang berlangsung pada Selasa (23/6/2026) kemarin ini bertempat di Aula Marsudirini, Jl. Pemuda, Semarang, dan diikuti oleh 97 peserta yang terdiri dari jajaran Dosen, Guru, serta Karyawan.

Para peserta merupakan representasi dari berbagai instansi pendidikan di bawah naungan Yayasan Marsudirini Poncol, meliputi TK Kanak-Kanak Yesus, SD Marsudirini Pemuda, SMP Maria Goretti, dan Akademi Sekretari dan Manajemen (ASM) Santa Maria. Rekoleksi ini menghadirkan Romo Abdi dari Ambarawa sebagai pembimbing utama spiritual.

Mengisi Kembali "Daya" Rohani Pendidik

Kegiatan yang dimulai tepat pukul 08.30 WIB ini mengusung atmosfer yang reflektif namun penuh semangat kebersamaan. Dalam pemaparannya, Romo Abdi memberikan analogi yang sangat relevan dengan kehidupan modern untuk menggambarkan esensi dari rekoleksi ini.

Seorang pendidik itu ibarat sebuah ponsel pintar (HP). Setiap hari ia digunakan untuk melayani, membagikan ilmu, dan membimbing para siswa. Namun, secanggih apa pun ponsel tersebut, ia pasti akan kehabisan baterai. Oleh karena itu, pendidik membutuhkan 'listrik' spiritual untuk dicas kembali agar dayanya pulih.

Romo Abdi menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara performa profesional dan kesehatan rohani. Pengisian daya spiritual ini dinilai krusial agar para dosen, guru, dan karyawan memiliki kesiapan mental serta kelimpahan kasih dalam menyambut hakikat pelayanan pada tahun pelajaran yang baru.

 

Sinergi dan Sambutan Positif Peserta

Kegiatan ini mendapat respons yang sangat positif dari seluruh peserta. Setelah melewati rutinitas mengajar yang padat pada semester sebelumnya, momen rekoleksi ini dinilai menjadi oase yang menyegarkan. Para guru dan dosen diajak untuk melihat kembali panggilan hidup mereka bukan sekadar sebagai profesi, melainkan sebagai bentuk pelayanan kasih kepada anak-anak didik.

Perbedaan jenjang institusi—mulai dari pendidikan anak usia dini (TK) hingga perguruan tinggi (ASM)—tidak menjadi sekat, melainkan memperkaya perspektif bersama dalam memajukan mutu pendidikan Katolik di Semarang khususnya Yayasan Marsudirini.

Puncak Acara: Perayaan Misa Kudus

Rangkaian kegiatan rekoleksi yang berlangsung sersan (serius tapi santai) ini resmi berakhir pada pukul 13.30 WIB. Puncak dari seluruh rangkaian acara ditutup dengan Perayaan Misa Kudus yang dipimpin langsung oleh Romo Abdi.

Dalam khotbah penutupnya, Romo Abdi kembali meneguhkan seluruh peserta agar berani melangkah dengan semangat baru. Dengan "baterai" rohani yang telah terisi penuh, keluarga besar Yayasan Marsudirini Perwakilan Poncol Semarang kini siap mendampingi dan mengukir prestasi bersama para siswa di tahun pelajaran 2026/2027. (P3-Humas)


Jumat, 22 Mei 2026

Menginspirasi Lewat Rasa: Siswa Kelas 1 SD Marsudirini Pemuda Belajar Profesi Koki dan Kreasi Membuat Mie Goreng Bersama Orang Tua

SEMARANG – Suasana halaman SD Marsudirini Pemuda pada Kamis pagi, 22 Mei 2026, tampak berbeda dan jauh lebih meriah dari biasanya. Puluhan siswa kelas 1 yang mengenakan seragam olahraga bernuansa biru cerah berkumpul dan duduk rapi di area luar kelas. Bukan untuk berolahraga, melainkan untuk mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas (outdoor learning) yang edukatif sekaligus menggugah selera.

Kali ini, para siswa diajak untuk mengenal lebih dekat dunia profesi, dengan fokus utama pada profesi Koki (Chef). Demi memberikan pengalaman belajar yang nyata dan berkesan, pihak sekolah berkolaborasi aktif dengan melibatkan perwakilan orang tua siswa untuk menyukseskan agenda kreatif ini.

Menghadirkan Pengalaman Nyata di Luar Kelas

Pembelajaran mengenai pengenalan profesi merupakan bagian penting dari kurikulum untuk membuka wawasan anak sejak dini. Dibandingkan hanya melihat gambar di dalam buku teks, SD Marsudirini Pemuda memilih metode interaktif dengan membawa proses memasak langsung ke hadapan anak-anak.

Di bagian depan halaman, sebuah dapur terbuka dadakan telah disiapkan lengkap dengan meja, kompor gas, wajan besar, serta berbagai bahan makanan yang sudah dipotong rapi di dalam wadah-wadah transparan. Enam orang ibu perwakilan orang tua siswa tampil kompak sebagai "Koki Hari Ini", lengkap dengan celemek kuning dan sarung tangan higienis, siap mendemonstrasikan keahlian mereka.

Kegiatan dibuka dengan penjelasan interaktif dari guru pendamping yang memegang mikrofon, memperkenalkan apa itu profesi koki, apa saja tugasnya, hingga pentingnya menjaga kebersihan saat mengolah makanan. Salah satu momen menarik adalah ketika guru menunjukkan botol saus dan kecap sebagai salah satu "senjata rahasia" koki dalam menciptakan rasa masakan yang lezat.

Antusiasme Tinggi Saat Mengintip Rahasia Membuat Mie Goreng

Menu yang dipilih dalam praktik memasak kali ini adalah hidangan yang sangat akrab dan menjadi favorit anak-anak: Mie Goreng.

Begitu proses memasak dimulai, antusiasme anak-anak langsung memuncak. Pandangan mereka tak lepas dari wajan besar di depan. Mereka menyaksikan dengan saksama setiap tahapan memasak, mulai dari:

  • Mengenal bahan-bahan seperti mie, sayuran hijau, wortel, dan bumbu halus.

  • Melihat bagaimana bumbu ditumis hingga mengeluarkan aroma harum yang menggoda.

  • Menyaksikan teknik mengaduk (stir-frying) semua bahan di dalam wajan secara merata.

Asap tipis yang mengepul dari wajan ditambah aroma gurih yang merebak di udara halaman sekolah spontan memicu sorak-sorai ceria dari para siswa. Beberapa anak bahkan terlihat condong ke depan dan menjulurkan leher karena rasa penasaran yang begitu besar, sementara yang lain berbisik antusias kepada teman di sebelahnya tentang betapa tidak sabarnya mereka untuk mencicipi hasil masakan.

Sinergi Positif Antara Sekolah dan Orang Tua



Keberhasilan kegiatan ini tidak lepas dari peran serta dan sinergi yang kuat antara pihak sekolah dan orang tua murid. Keterlibatan orang tua dalam proses pembelajaran dinilai memberikan dampak psikologis yang positif bagi anak-anak, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi antar-komunitas sekolah.

"Melalui kegiatan outdoor learning ini, kami ingin anak-anak tidak hanya tahu nama profesinya, tetapi juga menghargai proses di balik sebuah pekerjaan. Kehadiran orang tua sebagai mentor memasak hari ini membuat suasana belajar jadi jauh lebih hangat, hidup, dan menyenangkan bagi anak-anak," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Melalui pengalaman langsung ini, para siswa kelas 1 SD Marsudirini Pemuda diharapkan dapat memetik banyak pelajaran berharga—mulai dari kemandirian, mengenal nutrisi makanan sehat, hingga menumbuhkan rasa hormat terhadap setiap profesi, termasuk mereka yang bekerja keras di dapur untuk menyajikan makanan lezat setiap hari.

Kegiatan ditutup dengan keceriaan bersama, meninggalkan kesan mendalam dan cerita seru yang pastinya akan dibawa pulang oleh anak-anak ke rumah masing-masing. (Red)

Jumat, 08 Mei 2026

Gema Doa di Bulan Maria: SD Marsudirini Pemuda Gelar Ibadat Jumat Pertama dan Rosario Bersama


Ibu Veronika Sri Winarni SPd sedang memberikan renungan

SEMARANG – Suasana khidmat menyelimuti kompleks SD Marsudirini Jl. Pemuda, Semarang pada pagi hari ini, Jumat, 8 Mei 2026. Ratusan siswa bersama guru dan karyawan berkumpul di halaman dengan satu tujuan mulia: memperkuat iman melalui Ibadat Jumat Pertama yang dirangkaikan dengan Doa Rosario bersama dalam rangka memperingati Bulan Maria.

Semangat "Jumat Pertama" sebagai bentuk devosi kepada Hati Kudus Yesus tetap menjadi inti dari pembuka kegiatan kerohanian ini. Awali Hari dengan Sabda Tuhan

Kegiatan dimulai tepat pukul 06.45 WIB dengan Ibadat Jumat Pertama. Dalam sesi ini, para siswa dari kelas 1 hingga kelas 6 diajak untuk merenungkan kasih Tuhan melalui pembacaan Injil. Ibu V. Sri Winarni, S.Pd selaku kepala sekolah SD Marsudirini membacakan bacaan Injil dan renungan singkat.

Dalam renungan singkat yang disampaikan, ditekankan pentingnya memiliki hati yang saling mengasihi, selaras dengan semangat pendidikan karakter yang selama ini ditanamkan di SD Marsudirini. Anak-anak tampak mendengarkan dengan saksama, menciptakan suasana hening yang jarang dijumpai di tengah hiruk-pikuk sekolah biasanya.

Meneladani Bunda Maria melalui Rosario : Setelah ibadat pembuka selesai, kegiatan dilanjutkan dengan Doa Rosario bersama yang dipimpin oleh Bp Tomi Setiawan, S.Pd . Bulan Mei memang dikenal dalam tradisi Gereja Katolik sebagai Bulan Maria, waktu khusus untuk menghormati Bunda Yesus.

Momen-momen penting dalam kegiatan ini antara lain: Kesatuan Seluruh Civitas: Tidak hanya siswa, seluruh guru dan karyawan turut berlutut dan berdoa bersama, menunjukkan teladan iman yang nyata bagi anak didik.

Doa yang Khusyuk: Setiap butir rosario didaraskan dengan tertib. Suara anak-anak yang menyahut doa "Salam Maria" bergema di koridor sekolah, menciptakan atmosfer spiritual yang kental.

Intensi Doa: Selain doa untuk sekolah, anak-anak juga diajak mendoakan kedamaian dunia, kesehatan orang tua, serta kelancaran proses belajar mengajar.

Membentuk Karakter Sejak Dini

Pihak sekolah menyatakan bahwa kegiatan rutin seperti ini bukan sekadar rutinitas formalitas. Ini adalah bagian dari kurikulum spiritual untuk membentuk karakter siswa yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki kedalaman iman.


"Melihat anak-anak bisa berdoa dengan khusyuk di tengah gempuran teknologi dan gadget adalah sebuah kebahagiaan tersendisri. Kami ingin mereka tumbuh dengan menyertakan Tuhan dalam setiap langkahnya," ujar salah satu guru pendamping di sela-sela kegiatan.

Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini ditutup dengan lagu pujian kepada Bunda Maria. Senyum tenang terpancar dari wajah para siswa saat mereka kembali ke kelas masing-masing, membawa bekal spiritual untuk menjalani hari-hari ke depan.

Melalui kegiatan ini, SD Marsudirini Jl. Pemuda Semarang kembali menegaskan komitmennya sebagai lembaga pendidikan yang mengutamakan nilai-nilai Kristiani dan pembentukan moral generasi muda di Kota Semarang.