Semarang, 24 Maret 2025 -
Semangat literasi digital terus berkobar di SD Marsudirini Pemuda. Sebanyak 12
siswa antusias mengikuti kegiatan ekstrakurikuler Jurnalistik dengan materi
yang relevan dengan perkembangan zaman, yaitu "Membuat Konten di Media
Sosial". Kegiatan ini dipandu oleh Bapak Fransiscus Xaverius Iskin
Triyanto, atau yang akrab disapa Pak Tri, seorang guru kelas yang juga
merupakan penanggung jawab media sosial sekolah.
Dalam era digital yang serba
cepat ini, kemampuan membuat konten media sosial menjadi keterampilan yang
sangat penting. SD Marsudirini Pemuda menyadari hal ini dan berupaya membekali
siswanya dengan pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan untuk menjadi
pengguna media sosial yang cerdas dan kreatif.
"Media sosial saat ini
menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita. Oleh karena itu, penting
bagi siswa untuk memahami bagaimana cara menggunakan media sosial dengan baik
dan benar, serta mampu membuat konten yang positif dan bermanfaat," ujar
Pak Tri.
Dengan sabar dan penuh
perhatian, Pak Tri menjelaskan langkah-langkah dalam membuat konten media
sosial yang menarik dan informatif. Ia juga memperkenalkan berbagai peralatan
yang dibutuhkan, seperti kamera, mikrofon, dan aplikasi pengeditan video.
"Membuat konten media
sosial itu tidak sulit, asalkan kita tahu caranya. Yang terpenting adalah
konten yang kita buat harus bermanfaat dan tidak melanggar etika," jelas
Pak Tri kepada para siswa.
Setelah mendengarkan
penjelasan dari Pak Tri, para siswa langsung mempraktikkan pembuatan konten
sederhana. Mereka dibagi menjadi beberapa kelompok dan diberikan tugas untuk
membuat konten tentang kegiatan di sekolah. Ada yang membuat video tentang
kegiatan belajar di kelas, ada yang membuat foto-foto kegiatan ekstrakurikuler,
dan ada juga yang membuat infografis tentang profil sekolah.
Para siswa terlihat sangat
antusias dan kreatif dalam membuat konten. Mereka saling bertukar ide dan
membantu satu sama lain. Pak Tri juga memberikan bimbingan dan arahan kepada
setiap kelompok.
"Kegiatan ini sangat
menyenangkan. Saya jadi tahu bagaimana cara membuat video dan foto yang
bagus," ujar Jenica Fong.
Kegiatan ekstrakurikuler
Jurnalistik ini merupakan salah satu upaya SD Marsudirini Pemuda dalam
meningkatkan literasi digital siswa. Selain belajar membuat konten media
sosial, siswa juga belajar tentang jurnalistik dasar, seperti menulis berita,
membuat laporan, dan mewawancarai narasumber.
"Kami berharap, melalui
kegiatan ekstrakurikuler ini, siswa dapat mengembangkan kemampuan literasi
digital mereka dan menjadi generasi muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung
jawab dalam menggunakan media sosial," pungkas Pak Tri.
Kegiatan ekstrakurikuler
Jurnalistik ini mendapat apresiasi dari orang tua siswa. Mereka menilai bahwa
kegiatan ini sangat bermanfaat bagi perkembangan anak-anak.
"Saya senang anak saya
ikut ekstrakurikuler Jurnalistik. Dia jadi lebih kreatif dan percaya
diri," ujar salah satu orang tua siswa.
SD Marsudirini Pemuda
berkomitmen untuk terus mengembangkan program ekstrakurikuler yang inovatif dan
relevan dengan kebutuhan siswa. Sekolah ini juga berencana untuk mengadakan
pelatihan jurnalistik bagi guru-guru agar mereka dapat membimbing siswa dengan
lebih baik.
Dengan semangat literasi
digital yang tinggi, SD Marsudirini Pemuda optimis dapat menghasilkan generasi
muda yang cerdas, kreatif, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media
sosial.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar