![]() |
Foto bersama di depan gereja |
Semarang, 14 Maret 2025 - Sebanyak 74 siswa kelas 6 SD Marsudirini Semarang menggelar kegiatan doa bersama yang penuh
khidmat di Taman Doa Gereja Katedral Semarang pada hari Jumat, 14 Maret 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya sekolah dalam meningkatkan kehidupan
spiritual siswa, khususnya dalam menyambut Tahun Yubileum 2025.
Dengan didampingi oleh para guru, para
siswa berjalan kaki dari sekolah mereka yang berlokasi di Jalan Pemuda menuju
Gereja Katedral yang letaknya tidak jauh. Perjalanan singkat ini menjadi momen
bagi para siswa untuk mempersiapkan diri secara batin sebelum memasuki tempat
ibadah.
Ibu Yuliana Nara Redit, guru Pendidikan
Agama Katolik yang akrab disapa Ibu Redit, menyampaikan bahwa kegiatan ini
bertujuan untuk mendorong siswa untuk meningkatkan kehidupan spiritual mereka
melalui ziarah, doa, pertobatan, dan tindakan kasih. "Kami ingin
menanamkan nilai-nilai spiritualitas kepada anak-anak sejak dini, agar mereka
memiliki landasan moral yang kuat dalam menghadapi kehidupan," ujar Ibu
Redit.
Selama kegiatan doa bersama, para siswa
tampak khusyuk dan penuh konsentrasi. Mereka memanjatkan doa-doa pribadi dan
bersama, memohon berkat dan perlindungan dari Tuhan. Suasana khidmat terasa di
Taman Doa Gereja Katedral, yang menjadi saksi bisu dari ketulusan hati para
siswa.
Kegiatan doa bersama ini juga memiliki
makna yang mendalam karena bertepatan dengan persiapan menyambut Tahun Yubileum
2025. Tahun Yubileum, yang merupakan peringatan dalam Gereja Katolik, akan
berlangsung dari 24 Desember 2024 hingga 6 Januari 2026 dengan tema
"Peziarah Harapan".
"Kami berharap, melalui kegiatan
ini, para siswa dapat memahami makna dari Tahun Yubileum dan mempersiapkan diri
untuk menjadi peziarah harapan yang membawa damai dan kasih bagi sesama,"
tambah Ibu Redit.
Kepala SD Marsudirini Semarang, Ibu
Veronica Sri Winarni, S.Pd menyambut baik kegiatan ini dan berharap dapat
memberikan dampak positif bagi perkembangan spiritual siswa. "Kami
berkomitmen untuk memberikan pendidikan yang holistik, yang tidak hanya
mengembangkan aspek intelektual, tetapi juga spiritual dan emosional
siswa," kata Ibu Veronica Sri Winarni, S.Pd.
Kegiatan doa bersama ini diharapkan
dapat menjadi pengalaman yang berkesan bagi para siswa dan memberikan inspirasi
bagi mereka untuk terus meningkatkan kehidupan spiritual mereka. (fxit)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar